B E R I T A
 
 
SBY: Daerah Pemekaran yang Tidak Layak akan Digabungkan Kembali
[ Jumat 22 Januari 2010 ]

Pemerintah melakukan jeda pemekaran wilayah dan meninjau ulang pemekaran wilayah baru dalam 10 tahun terakhir. Wilayah yang layak dimekarkan akan dipertahankan, yang tidak layak akan digabungkan kembali.

"Soal pemekaran wilayah. Semua berpendapat bahwa moratorium yang kita jalankan sekarang ini untuk kepentingan evaluasi sebelum kebijakan tentang pemekaran itu dilanjutkan," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu disampaikan SBY usai bertemu dengan 6 pimpinan lembaga negara di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/1/2010).

Evaluasi itu dilakukan, imbuhnya, karena permasalahan pemekaran wilayah ini kerap membebani anggaran negara. Jangan sampai anggaran negara itu hanya menguntungkan segelintir orang saja.

"Overhead cost. Pengeluaran justru harus kita cegah sehingga anggaran negara lebih banyak jatuh ke rakyat banyak bukan kepada orang per orang," tegasnya.

Pemekaran wilayah, lanjut SBY, seharusnya memberi solusi pengembangan dan peningkatan kesejahteraan rakyat, bukan sebaliknya. Sekitar 200 daerah hasil pemekaran wilayah pun akan ditinjau ulang.

"Ingat dalam waktu 10 tahun ada lebih dari 200 daerah otonom baru di seluruh Tanah Air. Tentu kita tidak boleh membiarkan itu tanpa konsep yang jelas," ujar SBY.

Setelah mengevaluasi 200-an daerah pemekaran wilayah, kemudian membentuk master plan atau grand design. Baru akan ditentukan nasib daerah tersebut setelah berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat/Daerah (DPR/DPD).

"Kalau grand design sudah selesai manakala ada pemekaran, itu bisa dilakukan kalau sungguh dperlukan. Sebaliknya, daerah pemekaran yang menimbulkan permasalahan bisa saja digabungkan," jelasnya.

Sumber: detik

 
 
back
 
 
 
ASOSIASI DPRD KOTA SELURUH INDONESIA
Century Tower 10 Floor, Suite 1007
HR Rasuna Said Kav.X-2 No.4 Jakarta 12950
Phone. 6221-5226770, Fax. 6221-5226771